i ‘ m b a c k

23 September 2010 pukul 08:57 | Ditulis dalam h a r i a n c a n a | Tinggalkan komentar

Hari ini aku akan memulai resolusi besar,yaitu berbuat seenaknya. Ada beberapa hal yang tentu saja mengilhami, dan untuk mempersingkat cerita katakanlah pada akhirnya aku muak, lalu memutuskan berbuat seenaknya dengan memanjakan diri hi hi hi…

t e r b e n g k a l a i

23 Maret 2010 pukul 17:55 | Ditulis dalam h a r i a n c a n a | 1 Komentar

hem… ini hari ke 22 resolusi 250facesin400days…

blog yang ini lumayan terbengkalai… ya mau bagaimana lagi T____T

akan kuapdet deh setelah agak selo…

beberapa minggu kemarin adalah puncak stress sepanjang maret…

artinya stessnya ya sepanjang maret ini…

hari2ku membuat stress semua…

tahun lalu lebih parah… 11 bulan stess 1 bulan tidak…

setidaknya tahun ini lebih baik lah…

*sedang membuat face 5

**jadi bingung blog yang ini mau diisi apa… habis jurnalnya udah dihibahkan ke 250facesin400days…

d a y 6

7 Maret 2010 pukul 01:17 | Ditulis dalam h a r i a n c a n a | Tinggalkan komentar

sudah hari ke enam… tapi baru jadi 2 sketsa… >____<

sudah itu saja…

2 5 0 f a c e s i n 4 0 0 d a y s

2 Maret 2010 pukul 10:23 | Ditulis dalam h a r i a n c a n a | 4 Komentar

karena hari-hari saya setahun terakhir ini sungguh membosankan..

saya putuskan untuk melakukan sebuah resolusi…

memberi sedikit tantangan… *gaya banget

saya memutuskan akan membuat 250 sketsa digital wajah dalam waktu 400 hari…

terhitung mulai hari ini… mohon doanyo yoooh…

*radakpesimistapitetepsemangatdong

m e n g e l u h i k e l u h a n

25 Februari 2010 pukul 17:35 | Ditulis dalam h a r i a n c a n a | Tinggalkan komentar

bosan adalah seekor lintah yg selalu menempel di kepalaku… gak bisa dicopot >___<

mungkin sebentar lagi kami jadi sahabat karib… cana-dan-rasa-bosan-sahabat-sehidup-semati

tau tidak… banyak sekali rencana menyenangkan yg ingin kukerjakan…

tapi perut selalu teriak2 minta diisi… @_______@… cari uang itu menyebalkan sekali sih…

aku butuh neverland…butuh penyemangat yg entahlah apa itu…

sebut satu2 nanti aku tinggal bilang ya atau tidak… ahahaha

. . . hancur sudah resolusi untuk tidak mengeluh tahun ini…

tapi setidaknya ada kemajuan… aku mengeluhi keluhan…

-____-

#sedang-membuat-cerpen-dan-beberapa-digital-painting-sambil-nonton-tivi-dan-dengar-tokyo-jihen

##multitasking-menyenangkan-asal-disertai-energi-dan-mood-yg-memadai >___<

pancuran aneh bernama klepon

20 Februari 2010 pukul 17:26 | Ditulis dalam h a r i a n c a n a | 2 Komentar

saat sedang menonton house of the dead 2…

tiba2 ada sound yg agak bertentangan sama jalan cerita…

“sooooor… pret…pret…” >____<

feelingku tak baik…

yampun sungguh tak baik

kenapa harus sebanyak itu??

dan harus berupa cairan…???

kenapa dia tak berhenti saat kudatang menghampiri???

kociiing siaaaaaaaal!!!!

tebak sendiri apa yg kulakukan setelahnya!!!! >________<

l o m p a t l o m p a t

18 Februari 2010 pukul 17:33 | Ditulis dalam h a r i a n c a n a | 2 Komentar

malam ini saat melewati jembatan rasanya ingin sekali lompat

sepertinya lucu…

segalanya akan beres…

tapi tentu takkan kulalukan… karna aku mau ditraktir… wekwekwek

ditraktir dulu aja deh… lompatnya dipending…

v o d o o

18 Februari 2010 pukul 06:17 | Ditulis dalam h a r i a n c a n a | Tinggalkan komentar

seorang teman memvodooku biar makin kurus…

katanya doa yg jelek2 akan berbalik…

dan kurusnya ke dia…

apa2an itu…

saya sebagai tumbal tak mendapat kompensasi apapun…

d e e s r e e

18 Februari 2010 pukul 05:32 | Ditulis dalam h a r i a n c a n a | Tinggalkan komentar

setelah baca tulisan di sebuah blog saya miris2… T____T

lagu deesree sungguh membantu menenangkan diri…

*seseorang… cepat traktir saya!!!

the beginning

1 Februari 2010 pukul 13:06 | Ditulis dalam c e r p e n | Tinggalkan komentar

Informersial adalah satu-satunya obat mujarab jika kau mau sinting. Mereka mengulang-ulang satu lagu selama setengah jam dengan tayangan cara memasak makanan lezat yang dipercepat. Kalau hidupmu cukup kacau untuk ingin segera kau akhiri sebaiknya tonton acara ini. Setelah penghinaan gila-gilaan yang kulakukan dalam hati aku baru sadar kalau aku telah menontonnya selama lima menit. Mungkin ada bagian dari diriku yang memutuskan agar sebaiknya aku gila saja. Kupindah channel televisiku ke saluran manapun yang kupikir tak akan terlalu membuatku lelah. Dan itu berarti berakhir di film sci-fi-brutal-action pamela. Apa mereka berharap ada yang mau menonton film ini? Sialnya, apapun harapan mereka aku tetap menontonnya. Saluran ini jelas tak punya uang untuk membeli film bagus lain setelah bourne. Mereka harus mengirit bulan ini untuk membeli film lain di bulan depan. Meraka jelas tak mau ketinggalan momen valentine.

Risol , mendengkur di kakiku. Dia kucing tetangga yang kuberi nama. Walau ia bukan kucingku, aku tetap merasa berhak melakukannya. Toh aku yang memberinya makan setiap hari. Dia kucing aneh, selalu mengikutiku kemanapun saat lapar dan pergi begitu saja saat kenyang. Dan sayangnya dia selalu lapar. Ia membuatku merasa aku majikannya. Dan kurasa majikan yang sebenarnya tak pernah ditunggui di depan toilet saat buang air.

Rasa malas sudah mulai kalah dengan rasa lapar. aku turun menuju dapur dan tak menemukan makanan apapun. Aku memakluminya karena ini jam 2 pagi. Aku harus memasak sesuatu jika aku ingin tetap hidup. Aku sengaja menggeser jam tidur dan jam makanku. Jujur saja itu kulakukan untuk mempersedikit durasi bertemu dengan keluargaku. Apapun yang kami alami, aku merasa butuh waktu untuk menyendiri sejenak. Dan banyak momen seperti yang kualami saat ini membuatku hanya terdiam, tak melakukan apapun. bagiku menunggu mie matang adalah tak melakukan apapun. Risol yang tentu saja membuntutiku membuatku tersadar kalau mie yang kumasak sudah matang. Dimasak secara konvensional, tanpa topping apapun kecuali dua telur. Aku agak memperbanyak protein belakangan ini, dan mempersedikit total nasi yang masuk ke perutku. Kurasa ini bentuk dukunganku terhadap ibuku yang divonis diabetes beberapa bulan yang lalu. Dan satu hal yang kupelajari, kau tak akan mati jika tak makan nasi.

Hujan belum juga berhenti. Itu membuat rasa mie yang kubuat puluhan kali lebih enak. Langit tampak gelap di luar sana. Dan percayalah, setting terbaik sabuah cerita adalah saat seperti ini. Tentu saja film pamela adalah sebuah pengecualian.

Suasana ini membuatku kembali berada dalam momen diam. Tiba-tiba aku tak merasa lapar lagi, dan kini aku memain-mainkan sesuatu yang tadinya mie. Adakah yang harus kulakukan? Karena aku tak merasa berada dalam track yang seharusnya. Di kepalaku seperti bermunculan puluhan pelangi, tapi pelangi-pelangi tadi tak menemukan jalan keluar untuk menunjukkan keindahannya pada dunia. Atau lebih tepatnya aku tak mengijinkannya keluar. Karena tentu saja banyak hal di luar sana yang bisa memaksamu memendam banyak keinginan dan menunggu momen yang tepat. Karena hidupmu bukan hanya milikmu. Kau harus berkorban untuk orang lain yang telah berkorban untukmu. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh ibuku. Walau tidak suka aku tetap mengiyakan. Saat ini aku merasa tak bisa melakukan apapun.

Momen diam kali ini kurasakan cukup panjang. Membuat segalanya tampak kelabu. Dan entah mengapa aku selalu merasa bahagia berada dalam momen ini. Kalau aku disuruh menggambarkan ulang dengan lukisan, aku akan menjiplak lukisan monalisa.

Seorang anak tiba-tiba muncul di hadapanku. Ia berkostum aneh dan selalu muncul kapanpun aku memikirkannya. Dia berkata. “Lakukan saja!” sambil mencibir dengan wajah mengapa- kau- membuatku- menunggu-selama-ini. Anak brengsek, kau kira mudah apa? Seekor tanaman lewat di depanku. Seekor tanaman? Aku mungkin memang sudah gila, tapi ia tampak seperti mickey mouse. Hanya saja kepalanya tertutup kelopak bunga dan kakinya seperti akar yang menampar-nampar lantai saat ia berlari. Dia tertawa mengejekku sambil berkata “Lakukan saja!”

Seorang anak lain yang terlihat sakit dengan piyama kebesaran dan mug di tangannya berjalan di belakang mickey berkepala bunga, tersenyum padaku sambil menunjuk pena di meja kerjaku seakan aku alien yang tak tahu apa fungsi pena. Aku lalu memegangnya dan menuliskan sesuatu. Mereka bersorak. Lalu entah dari mana teman-teman mereka berdatangan, dan membuat kamarku tampak bersinar di bawah langit yang mendung. Kalau kupikir-pikir mereka berisik sekali. Tapi setidaknya kini aku tidak merasa sendirian.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.